Rabu, 20 Juli 2011

PANTUN JABARAN PILKADA WALIKOTA PEKANBARU

pantun jabaran pilkada walikota pekanbaru
bulan mei 2011


Pekanbaru bertuah melayu berpantun
ditenun orang si kain batik
janganlah kalian duduk melamun
menunggu walikota baru belum dilantik

Pekanbaru bertuah melayu berpantun
air terjun jatuh dari lah tebing
tak usahlah engkau duduk melamun
menunggu firdaus-Ayat duduk bersanding


Pekanbaru bertuah melau berpantun
pohon cimpedak daunnya layu
bagaimana Firdaus-Ayat tak manyun
gagal duduk jadi Walikota Pekanbaru


Pekanbaru bertuah melayu berpantun
melayu berpantun rupa adat tradisi
bagaimana Firdaus-Ayat tak manyun
menang pilkada dianulir Mahkamah Konstitusi


Pekanbaru bertuah singgasana walikota
menjadi rebutan oleh siapa saja
apa hendak hati mau dikata
Firdaus-Ayat hanya bisa mengurut dada


Pekanbaru bertuah Melayu adat budaya
Arus sungai siak mengombak membelah kota
Septina-Erizal Muluk boleh berbangga
masih terbuka peluang meraih singgasana


banyak orang yang mempertanyakan
keputusan MK katanya tak bijaksana
mengabaikan keterangan saksi yang dihadirkan
menafikan semua fakta hukum di persidangan


Pekanbaru bertuah melayu berpesan
tari lenggang lagu pucuk pisang
karena pilkada Pekanbaru diperkarakan
bulan september terpaksa kembali diulang


kota Pekanbaru kota bertuah
kaya budaya pantun petuah
tak usah engkau merasa resah gelisah
pilkada Pekanbaru belumlah sudah


Pekanbaru bertuah melayu berpesan
bijak berpikir rasa turut menimbang
begitulah ambisi manusia meraih jabatan
apa saja dilakukan asal bisa menang


Pekanbaru bertuah melayu menggema
meskilah diingat pesan petuah
jika pilkada menghalalkan segala cara
niscaya lahirlah pemimpin yang menyalah


Pekanbaru bertuah melayu menggema
meskilah diingat petuah para ulama
bagi siapa saja yang kalah pilkada
meskilah diterima degan lapang dada


@ senandung jiwa nyanyian pengembara @
bintang kejora II, Pekanbaru - Pelalawan Riau Juli 2011 ( pondok aksara )



Tidak ada komentar: